Skip to content

Kebangkitan Yesus dan Kebangkitan Saya — Mendengarkan dan Memahami

Tentang audio: Rekaman audio pada pelajaran ini adalah rekaman khotbah dalam bahasa Korea. Catatan di bawah ini ditulis dalam bahasa Indonesia, tetapi jika Anda menekan tombol putar, yang akan terdengar adalah khotbah berbahasa Korea.

1 Korintus 15:20-26

Menghadapi Kematian dan Menengok Kembali Hidup Anda

Sesi ini dimulai dengan menjelaskan proses kematian, ketika jantung dan pernapasan berhenti serta organ-organ tubuh tidak lagi berfungsi. Sang pengajar lalu menunjuk pada segenggam abu yang tersisa setelah kremasi dan mengatakan bahwa hidup dapat terasa hampa karena kematian seolah mengakhiri impian dan rencana, usaha dan pencapaian, kasih dan keluarga.

Sang pengajar menggambarkan hidup dan mati hanya berjarak satu langkah. Karena hidup satu hari lagi juga berarti satu hari lebih dekat kepada kematian, ia mendorong pendengar untuk tidak menghindari pertanyaan tentang apa yang terjadi sesudah kematian dan apa yang memberi makna pada hidup. Inilah ajakan sesi ini untuk menghadapi kenyataan kematian dan menengok kembali hidup sendiri.

1. Yesus Kristus Mengalahkan Kematian

Sesi ini menyoroti bahwa Surat 1 Korintus menyebut Yesus Kristus sebagai buah sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sang pengajar menjelaskan bahwa kebangkitan Yesus berarti Ia mengalahkan batas mutlak kematian, sehingga kebangkitan adalah pesan pengharapan bagi orang yang menghadapi kematian.

Sang pengajar menceritakan sebuah kisah yang ia dengar tentang pasien kanker stadium akhir. Pasien itu melihat orang lain di kamar yang sama bergumul dalam ketakutan ketika kematian mendekat, lalu ia sendiri mengalami ketakutan yang mendalam. Menurut kisah tersebut, ia mendengar Injil kebangkitan dari seorang penginjil, percaya kepada Yesus, dan mempersiapkan akhir hidupnya dengan damai. Catatan ini merekamnya sebagai kesaksian yang diceritakan sang pengajar; catatan ini tidak mengklaim telah memverifikasi rinciannya secara mandiri.

Sesi ini kemudian menafsirkan buah sulung sebagai tanda bahwa kebangkitan Yesus tidak berhenti pada diri-Nya saja. Dosa dan kematian masuk melalui Adam, tetapi Kristus mewakili manusia dengan mati di salib dan bangkit, serta membuka jalan hidup bagi orang-orang yang menjadi milik-Nya. Sang pengajar mengakui bahwa percaya kepada Yesus yang bangkit adalah jalan melewati persoalan kematian dan iman berarti memercayai serta bersandar kepada Tuhan yang hidup sekarang.

2. Berjumpa dengan Tuhan yang Bangkit Membawa Perubahan yang Menakjubkan

Sesi ini menjelaskan dalam empat hal bagaimana Tuhan yang bangkit bekerja di dalam orang percaya.

Pertama, Ia Melahirkan Anda Kembali dan Memberi Anda Pengharapan yang Hidup

1 Petrus 1:3

Sesi ini menghubungkan kebangkitan Yesus dengan kelahiran baru orang percaya. Kelahiran baru dijelaskan sebagai kebangkitan rohani ketika hati yang dahulu mati dalam dosa dan pelanggaran dihidupkan dan menerima hidup baru; hidup ini dimulai di dalam orang yang percaya kepada Tuhan yang bangkit. Ini adalah penafsiran teologis yang disampaikan dalam sesi ini.

Kedua, Ia Melindungi Anda dengan Kuasa Allah

1 Petrus 1:5

Sang pengajar menjelaskan bahwa anugerah dan kuasa Allah menaungi dan menjaga orang-orang yang telah lahir baru. Sesi ini menyatakan bahwa kematian jasmani pun tidak dapat mengambil hidup yang Allah berikan dan bahwa Allah melindungi orang itu sampai akhir.

Ketiga, Ia Menjaga Anda dari Kuasa Kematian Bahkan pada Akhir Hidup

Sang pengajar membayangkan sebuah adegan ketika kuasa kematian mencoba merebut jiwa pada saat seseorang meninggal, tetapi Yesus yang bangkit menjaga hidup itu dan membawanya ke dalam kerajaan-Nya yang kekal. Ini adalah gambaran yang digunakan sang pengajar untuk menyampaikan pesan; catatan ini tidak menyajikannya sebagai pengamatan atas apa yang terjadi pada saat kematian.

Sesi ini mengatakan bahwa keluarga yang penuh kasih pun tidak dapat melewati saat terakhir menggantikan seseorang, dan kekayaan maupun kuasa tidak dapat membeli kembali hidup dari kematian. Sesi ini lalu menyatakan bahwa karena Yesus menanggung harga dosa di salib dan bangkit dari kematian, Ia sanggup menyelamatkan orang-orang milik-Nya sampai akhir. Ini dicatat sebagai pernyataan teologis dan ajakan pastoral dalam sesi ini.

Keempat, Ketika Tuhan Datang Kembali, Ia Akan Membangkitkan Anda dalam Tubuh Kebangkitan

Sesi ini menjelaskan bahwa Yesus bangkit lebih dahulu sebagai buah sulung, lalu orang-orang milik Kristus akan dibangkitkan sesudah-Nya ketika Tuhan datang kembali. Mereka tidak bangkit dalam tubuh dengan keterbatasan sekarang, melainkan dalam tubuh kebangkitan dan mengambil bagian dalam kehidupan langit yang baru dan bumi yang baru.

Sang pengajar menyatakan bahwa ketika Tuhan datang kembali, Ia akan menghancurkan kuasa dosa dan Iblis dan akhirnya melenyapkan musuh terakhir, yaitu kematian. Sesi ini ditutup dengan ajakan untuk mengakui keterbatasan diri, percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja, dan mengikuti-Nya.

0:00 / 27:44

An Open Journey Through the Gospel
Untuk menghormati hak cipta dan ketentuan penggunaan terjemahan Alkitab, situs ini menyediakan rujukan kitab, pasal, dan ayat alih-alih memuat ulang bagian lengkap tanpa izin yang telah dikonfirmasi.
Terjemahan di situs ini dibuat dengan AI sehingga mungkin tidak akurat.