Komunitas Gereja dan Tubuh Kristus · Melihat Kembali Perjalanan
Topik Pembelajaran: Jalani Iman Bersama Gereja · Kasihku, Gerejaku · Kita Telah Menjadi Satu Tubuh di dalam Kristus
Kita tidak dapat menyelamatkan semua orang. Kita tidak dapat membuka hati manusia dengan paksa, dan dengan upaya manusiawi kita tidak dapat melahirkan kembali siapa pun.
Namun, ada satu kebenaran yang pasti: Kenyataan bahwa Allah saat ini pun sedang bekerja secara langsung di dalam jiwa-jiwa tertentu.
Allah lebih dahulu menjamah hati seseorang. Dia membuat orang itu merasakan kesia-siaan hidup, bertanya tentang kekekalan, dan ketika hal-hal duniawi yang diandalkannya selama ini berguncang, Dia membimbingnya untuk mencari Allah Sang Pencipta. Dan tepat bagi jiwa itulah Allah mencari seseorang untuk menyampaikan Injil kehidupan.
Oleh karena itu, pertanyaan terpenting yang kini harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri adalah:
“Apakah Anda sudah dipersiapkan oleh Injil?”
Panggilan sebagai pekerja yang dipercaya membawa Injil
Tuaian Memang Banyak, Tetapi Pekerja Sedikit
Yesus memandang orang banyak itu dan tergerak oleh belas kasihan, lalu bersabda kepada murid-murid-Nya dalam Matius 9:37-38: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
Jiwa-jiwa tuaian yang telah dipersiapkan oleh Allah benar-benar ada. Masalahnya adalah pekerja yang akan melayani jiwa-jiwa itu.
Ketika satu jiwa yang hatinya telah dibuka oleh Allah melintas di sisi Anda, apa yang akan terjadi jika Anda sendiri belum dipersiapkan oleh Injil? Betapa menyedihkannya jika saat orang itu menanyakan arti hidup, Anda hanya menceritakan urusan duniawi; saat ia memikirkan kekekalan setelah kematian, Anda tidak dapat memberikan jawaban apa pun; dan saat ia mencari Allah, kepastian Injil di dalam diri Anda sendiri masih kabur.
Itulah sebabnya hari ini Allah mempersiapkan Anda sebagai pekerja Injil:
- orang yang mengenal Injil seutuhnya,
- orang yang mempercayai Injil dengan teguh,
- orang yang mampu menjelaskan kebenaran Injil langkah demi langkah,
- dan orang yang mampu memberitakan Injil kehidupan kepada satu jiwa dengan berani.
Allah ingin menegakkan Anda tepat sebagai orang yang demikian.
Jangan Memendam Injil di Dalam Kebisuan
Kita telah diselamatkan oleh Injil anugerah yang cuma-cuma. Namun, jika Injil itu sama sekali tidak bergerak dan terpendam dalam kebisuan di dalam diri kita, kita harus memeriksa diri kita dengan tenang.
Jika kita mengira tahu tentang salib, tahu tentang kebangkitan, dan tahu tentang keselamatan, namun Injil itu belum pernah sekali pun mengalir keluar melalui bibir kita, kita perlu memeriksa iman kita secara mendalam.
Allah tidak memanggil kita sebagai orang yang hanya menyimpan Injil untuk diri sendiri. Dia memanggil kita sebagai pembawa pesan yang mengalirkan Injil kehidupan kepada sesama.
Karena itu, kita berdoa seperti ini:
“Tuhan, jangan biarkan saya menjadi orang yang hanya memendam Injil di dalam dada lalu berdiam diri.
Tegakkanlah kebenaran Injil dengan jelas di dalam diri saya, dan bukalah bibir saya pada saat yang telah Tuhan persiapkan.”
Allah Mempercayakan Jiwa-Jiwa Kepada Orang yang Siap
Gembala yang baik menuntun domba-dombanya ke padang rumput yang hijau dan air yang tenang untuk memberi mereka makan. Demikian pula, jika kita siap dengan Injil, firman kehidupan berlimpah di dalam diri kita, dan kasih Allah bagi satu jiwa mengalir, maka Allah dapat mempercayakan jiwa yang berharga kepada Anda:
“Sampaikanlah firman kehidupan yang telah Kupercayakan kepadamu kepada orang ini.
Berilah makan jiwa yang terhilang ini dengan makanan surgawi.”
Oleh karena itu, proses memperlengkapi diri dengan Injil bukanlah sekadar waktu untuk menumpuk pengetahuan bagi diri sendiri. Ini adalah persiapan kudus demi satu jiwa yang akan dipercayakan Allah kepada Anda.
Orang Kristen Adalah Prajurit bagi Kerajaan Allah
Kita tidak boleh mereduksi tujuan akhir iman kita menjadi terlalu kecil. Menjumpai Allah untuk beroleh penghiburan batin, menikmati ketenangan, dan membuat hidup kita sedikit lebih baik bukanlah keseluruhan dari iman.
Kita adalah orang-orang yang dipanggil bagi kerajaan Allah yang kekal. Dan di pusat kerajaan itu selalu ada Injil.
Senjata kudus yang ditaruh Allah di tangan kita bukanlah hikmat manusia yang memikat atau kefasihan bicara. Bukan pula filsafat duniawi atau teknik keagamaan yang canggih. Senjata itu tidak lain adalah Injil Yesus Kristus.
Pusat Injil yang menghidupkan jiwa
Injil Adalah Kuasa Allah yang Menyelamatkan Jiwa
Apakah sesungguhnya kuasa Injil itu? Tidak lain adalah kuasa Allah yang menyelamatkan orang berdosa dan membawanya kepada hidup yang kekal.
Tragedi mendasar manusia terletak pada terputusnya hubungan dengan Allah yang kudus akibat dosa. Kendati dari luar tampak hidup tenang tanpa masalah, seluruh umat manusia berada di bawah dosa dan akhir dari dosa itu adalah maut kekal.
Karena itu, saat memandang jiwa yang terhilang, kita tidak dapat melewatinya dengan acuh tak acuh. Jika jiwa itu belum mengenal Allah dan belum diselamatkan, apakah hal yang paling mendesak dan hakiki baginya saat ini?
Ada hal yang jauh lebih dibutuhkan mendahului nasihat duniawi atau bantuan materi: yaitu Injil Yesus Kristus.
Pusat Injil Adalah Salib dan Kebangkitan Yesus Kristus
Pusat Injil yang kita telusuri bersama secara mendalam dalam kursus ini sangatlah jelas: darah penebusan Yesus Kristus dan hidup kebangkitan kemenangan-Nya.
Di kayu salib Yesus telah melunasi seluruh harga dosa yang tidak sanggup kita pikul, dan melalui kebangkitan Dia menghancurkan kegelapan dosa dan maut seutuhnya.
Oleh karena itu, kuasa yang memindahkan manusia dari kebinasaan kepada kehidupan tidak ada di tempat lain mana pun di dunia ini. Kuasa itu hanya ada di dalam Injil salib dan kebangkitan Yesus Kristus. Sebab itu, pekerja Injil harus memegang kebenaran ini di dalam hatinya dengan lebih jelas daripada siapa pun.
Kita Harus Mampu Membedakan Keadaan Rohani Satu Jiwa
Saat memandang keluarga, saat berinteraksi dengan sahabat atau rekan kerja, bahkan saat berhadapan dengan orang yang sudah lama hadir di gereja, kita harus mampu menyimpan satu pertanyaan hakiki di dalam hati:
“Apakah jiwa ini sungguh-sungguh sudah dilahirkan kembali?”
Kita tidak boleh merasa aman begitu saja sambil berpikir “ia pergi ke gereja, jadi pasti baik-baik saja” atau “ia berkepribadian lemah lembut dan baik, jadi tidak ada masalah”. Keselamatan bukanlah hasil dari kegiatan keagamaan atau moralitas manusiawi.
Keselamatan adalah peristiwa rohani di mana seseorang menyadari dosanya, bertobat, dan menerima hidup baru dengan mempercayai penebusan salib serta kebangkitan Yesus Kristus seutuhnya. Karena itu, jika keselamatan jiwa di sisi kita belum jelas, kita harus membimbingnya ke hadapan Injil dengan perhatian yang hangat dan doa.
Ketika Injil Menjadi Nyata, Kita Melihat Jiwa Lebih Dahulu daripada Kondisi Lainnya
Ketika Injil masih kabur, segala masalah dan kondisi duniawi tampak memiliki ukuran kepentingan yang sama. Namun, ketika nilai mutlak Injil menjadi jelas di dalam hati, prioritas hidup kita berubah secara mendasar.
Melampaui pertanyaan di mana orang itu bekerja, berapa penghasilannya, dan apa yang telah diraihnya di dunia ini, pertanyaan yang jauh lebih besar dan hakiki akan tampak di depan mata kita:
“Apakah jiwa ini telah menerima hidup yang kekal?”
Sebab kehidupan di dunia ini hanya berlalu sesaat, tetapi kekekalan tidak pernah ada akhirnya. Ketika kita menyadari realitas kekal dan urgensi ini, Injil akan mulai menguasai hati kita seutuhnya.
Kita Harus Menjadi Orang yang Dikuasai oleh Firman
Melihat sejarah gereja mula-mula, Injil sama sekali tidak pernah berhenti sebagai spekulasi intelektual atau pengetahuan di kepala. Firman Allah menguasai batin manusia sepenuhnya.
Alkitab dalam Kisah Para Rasul 18:5 mencatat bahwa Paulus terdesak oleh firman dan bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias; dan dalam Kisah Para Rasul 19:20 bersaksi bahwa dengan perkasa firman Tuhan bertumbuh dan berkuasa.
Bukan manusia yang mencapai perkara-perkara besar dengan kekuatan dan siasatnya sendiri. Firman Allah yang hiduplah yang bekerja. Ketika firman menangkap seseorang, dan orang itu taat memberitakan firman tersebut, melalui firman itulah Allah menyelamatkan begitu banyak jiwa.
Hati Allah bagi satu jiwa
Kendati Dunia Memalingkan Wajah, Injil Tetap Kebenaran yang Tak Berubah
Saat memberitakan Injil, terkadang kita berhadapan dengan penolakan manusia. Mereka mungkin mencemooh, bersikap dingin tanpa peduli, atau merasa tidak nyaman dengan kebenaran Injil.
Namun, reaksi orang dunia tidak dapat menggoyahkan kebenaran Injil.
Allah telah mengutus Anak Tunggal-Nya, Yesus Kristus, ke bumi ini, membuat-Nya memikul segala dosa kita di kayu salib, dan membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Alkitab dalam Kisah Para Rasul 17:30-31 menyatakan bahwa tanpa memandang lagi zaman kebodohan, sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti yang meyakinkan tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.
Injil bukanlah teori yang direka-reka oleh manusia, melainkan firman keselamatan kekal yang diberikan oleh Allah yang hidup kepada seluruh umat manusia.
Kita Harus Bertobat dan Percaya kepada Yesus Kristus
Ketika mendengar firman Injil, tanggapan kita harus jelas:
Pertama adalah pertobatan sejati. Berbalik dengan rendah hati dari posisi yang berpusat pada diri sendiri di mana saya menjadi tuan atas hidup saya tanpa Allah.
Kedua adalah percaya kepada Yesus Kristus. Upacara keagamaan atau perbuatan moral tidak dapat membenarkan kita, dan perbuatan baik manusia tidak dapat melunasi utang dosa kita. Kita harus menyambut Yesus Kristus—yang telah menyempurnakan keselamatan melalui salib dan kebangkitan-Nya—sebagai Juruselamat dan Tuhan di pusat hati kita.
Allah Paling Bersukacita Saat Satu Jiwa Kembali
Saat memberitakan Injil, banyak orang mungkin melewatinya tanpa mau mendengar. Namun, jika di antara mereka ada satu jiwa saja yang kembali ke dalam dekapan Allah, itu menjadi sukacita bagi seluruh surga!
Yesus bersabda dalam Lukas 15:7: “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Di mata Allah Bapa, satu jiwa lebih berharga daripada seisi dunia. Karena itu, orang yang memberitakan Injil tidak terikat oleh angka atau kerumunan di depan mata, melainkan memandang kepada satu orang yang sedang dipandang oleh Tuhan.
Kendati semua orang lain memalingkan wajah, jika ada satu orang yang membuka pintu hatinya, bertobat, dan bertemu dengan Yesus secara pribadi, hanya dengan itu saja kita akan menaikkan ucapan syukur yang berlinang air mata di hadapan Allah.
Orang yang Sangat Mengenal Nilai Injil Akan Memberitakan Injil
Betapa pun mahalnya permata yang digenggam di tangan seseorang, jika ia tidak mengenali nilainya, ia akan membiarkannya teronggok di dalam lemari. Hal yang sama berlaku bagi Injil. Banyak orang mengaku tahu tentang Injil, namun dalam kehidupan sehari-hari mereka menyingkirkannya ke sudut hidup.
Itu karena mereka belum menyadari secara mendalam betapa mulia dan berharganya Injil tersebut.
Namun, di antara seluruh pengetahuan, filsafat, dan agama di seisi dunia, kuasa yang sanggup menghidupkan orang berdosa yang berada di bawah kebinasaan kekal hanyalah Injil salib dan kebangkitan Yesus Kristus.
Jika demikian, apakah hal yang paling berharga dan paling mulia yang kita pegang hari ini? Tidak lain adalah Injil yang telah Allah karuniakan kepada kita dengan cuma-cuma.
Kita Harus Membagikan Anugerah Terbesar yang Telah Kita Terima
Allah telah memberikan Injil kudus yang tak terukur ini sebagai anugerah cuma-cuma kepada kita. Itulah sebabnya Rasul Paulus dalam Roma 1:14-15 mengaku bahwa baik kepada orang Yunani maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar maupun kepada orang tidak terpelajar, ia adalah orang yang berutang, dan ia sangat ingin memberitakan Injil kepada mereka yang diam di Roma juga.
Diselamatkan oleh Injil berarti telah menerima anugerah terbesar yang dapat diterima oleh manusia. Di dalam hati orang yang sungguh-sungguh menyadari bobot anugerah itu, mekar pengakuan kudus seperti ini:
“Saya tidak dapat menjalani hidup dengan menyimpan Injil kehidupan yang luar biasa ini hanya untuk diri saya sendiri.”
Hati Kudus yang Tidak Tahan Jika Tidak Memberitakan Injil
Paulus dalam 1 Korintus 9:16 mengaku: “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”
Ini bukanlah perkataan yang diucapkan dengan terpaksa karena tertekan oleh beban kewajiban keagamaan. Ini adalah pengakuan mendalam dari jiwa yang telah mengalami betapa agungnya kemuliaan Injil dan nilai kehidupan:
“Injil kehidupan ini telah menyelamatkan saya yang dahulu sedang binasa, bagaimana mungkin saya berdiam diri dan tidak memberitakannya?”
Hati yang membara inilah pusat dari orang yang tertawan oleh Injil.
Mintalah Hati Allah bagi Jiwa-Jiwa yang Terhilang
Kita harus mengenal kerinduan hati Allah Bapa yang memandang jiwa-jiwa yang tersesat. Allah sangat rindu agar tidak ada satu jiwa pun yang binasa, melainkan semuanya berbalik dan bertobat.
Karena itu, kita dengan tenang bertelut dan berdoa:
“Tuhan, curahkanlah hati belas kasihan Bapa itu ke dalam diri saya.
Berikanlah kepada saya air mata Tuhan saat memandang jiwa yang terhilang, dan jangan biarkan saya acuh tak acuh terhadap nasib kekal mereka.”
Mengenal kebenaran Injil dengan benar dan memiliki hati Allah Bapa tidak pernah dapat dipisahkan.
Allah Mempercayakan Jiwa-Jiwa Kepada Orang yang Siap
Ketika kita dipenuhi oleh kebenaran Injil, mengenal firman Allah dengan benar, dan berjaga-jaga dalam kasih serta doa bagi satu jiwa, Allah mempercayai kita dan menitipkan domba-domba-Nya yang berharga kepada kita:
“Gembalakanlah domba-domba-Ku.
Sampaikanlah firman kehidupan yang telah Kuberikan kepadamu kepada orang yang terhilang ini.”
Dipakai sebagai saluran yang menyampaikan kehidupan Allah adalah kemuliaan tertinggi bagi seorang Kristen. Karena itu, jangan biarkan pembelajaran Injil berhenti pada penambahan pengetahuan semata. Kita harus berdiri sebagai pekerja yang hidup yang siap menyelamatkan jiwa di setiap saat dalam hidup kita.
Gereja adalah tubuh Kristus
Tidak Berhenti Hanya pada Menuntun Satu Jiwa Kepada Keselamatan
Ada kesimpulan yang sangat penting yang kita hadapi dalam perjalanan ini:
Jika kita telah memberitakan Injil sehingga satu jiwa percaya kepada Yesus dan dilahirkan kembali, apakah langkah selanjutnya? Apakah membiarkan orang itu menjalani kehidupan iman sendirian adalah rancangan utuh yang dikehendaki oleh Allah?
Sama sekali tidak! Orang yang telah dilahirkan kembali melalui Injil mutlak harus dipersatukan secara mendalam ke dalam gereja, yaitu tubuh Kristus.
Iman Bukanlah Jalan yang Ditempuh Sendirian, Melainkan Panggilan ke Dalam Satu Tubuh
Hari ini kita hidup di zaman di mana segala sesuatu dapat diselesaikan secara individual. Kita dapat menonton video khotbah sendirian melalui ponsel pintar, membaca buku, dan belajar Alkitab sendiri. Akibatnya, kita sangat mudah berpikir bahwa dalam kehidupan beriman pun “hubungan empat mata antara saya dan Allah saja sudah cukup”.
Namun, rencana kudus Allah yang dinyatakan dalam Alkitab sama sekali tidak berhenti pada individualisme. Allah memanggil anak-anak yang telah diselamatkan untuk menjadi anggota-anggota dari satu tubuh, yaitu gereja.
Gereja Adalah Tubuh Kristus yang Hidup
Alkitab tidak menyebut gereja sekadar sebagai perkumpulan keagamaan atau komunitas sosial manusiawi. Alkitab mendeklarasikan bahwa gereja adalah tubuh Kristus.
Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:27 menyatakan: “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”
Kita yang telah percaya kepada Yesus bukanlah orang-orang beriman yang terisolasi dan tercerai-berai. Kita adalah anggota-anggota yang terhubung secara organik di dalam satu tubuh Kristus. Oleh karena itu, dipersatukan ke dalam komunitas gereja bukanlah pilihan tambahan dalam iman, melainkan tatanan Allah yang mutlak diperlukan bagi kehidupan rohani dan pertumbuhan kita.
Ketika Menempel pada Tubuh, Kita Menerima Pasokan Kehidupan yang Sejati
Sama seperti tangan atau kaki yang terputus dari tubuh tidak dapat hidup sendirian, orang Kristen harus menempel erat pada gereja yang adalah tubuh Kristus.
Di dalam komunitas gereja, kita:
- menerima pasokan firman Allah yang murni,
- menerima topangan doa yang sungguh-sungguh dari sesama anggota tubuh,
- mengalami kasih Kristus yang sejati,
- menerima nasihat dan penghiburan yang mendewasakan,
- serta disempurnakan melalui berbagai karunia dari sesama anggota.
Dan melalui karunia yang telah Allah berikan kepada Anda, Anda melayani dan meneguhkan anggota-anggota lain yang lemah. Inilah prinsip tubuh yang sejati yang ditunjukkan oleh Alkitab.
‘Pergi ke Gereja’ Berbeda dengan ‘Dipersatukan ke Dalam Tubuh’
Menjalani kehidupan keagamaan di mana seseorang hadir di gedung ibadah seminggu sekali lalu pulang diam-diam sama sekali berbeda dengan berakar dalam-dalam di gereja tubuh Kristus dan hidup menyatu bersama sesama anggota:
Di dalam kesatuan yang sejati:
- ada persekutuan rohani yang pribadi,
- ada tanggung jawab kudus satu terhadap yang lain,
- ada pemeliharaan yang saling memikul beban kepedihan,
- ada visi bersama bagi kerajaan Allah,
- dan ada hubungan yang saling mendoakan dengan air mata bagi kehidupan dan kedewasaan satu sama lain.
Kepada orang yang telah diselamatkan oleh Injil, kita harus mengajarkan sukacita kesatuan komunitas yang luar biasa ini.
Penginjil Tidak Mengikat Jiwa-Jiwa Kepada Dirinya Sendiri
Hanya karena saya telah menginjili seseorang dan membimbingnya dengan firman, bukan berarti orang itu menjadi pengikut pribadi atau milik saya. Jiwa itu semata-mata adalah milik Tuhan yang berharga yang telah ditebus dengan darah-Nya.
Karena itu, orang yang memberitakan Injil tidak mengurung jiwa tersebut hanya dalam hubungan pribadi dengannya, melainkan dengan hati yang lapang menolongnya agar berakar di dalam keseluruhan gereja tubuh Kristus.
Saya sendirian tidak dapat memenuhi segala kebutuhan satu jiwa. Orang tersebut membutuhkan berbagai karunia dan kasih dari keseluruhan tubuh Kristus.
Saat Dipersatukan ke Dalam Gereja, Kita Menikmati Kelimpahan Anugerah yang Tidak Dapat Diberikan Sendirian
Betapa pun kita menyayangi dan mengasihi satu jiwa secara mendalam, kita tidak dapat mencukupi segala kebutuhannya seorang diri. Namun, di dalam gereja tubuh Kristus, ada berbagai anggota tubuh yang telah ditetapkan oleh Tuhan:
ada anggota yang menolong dengan wawasan firman yang mendalam,
ada anggota yang menaikkan doa siang dan malam dengan air mata,
ada anggota yang memberikan penghiburan dan dorongan yang hangat,
ada anggota yang mencukupi kebutuhan hidup praktis,
dan ada pula anggota yang memberikan nasihat bijak agar jiwa itu tidak tersesat.
Karena itu, ketika satu jiwa terhubung ke dalam tubuh yang utuh, kelimpahan anugerah Allah yang tidak akan pernah dapat diberikan oleh satu individu akan terus-menerus mengalir masuk ke dalamnya.
Gereja Adalah Komunitas yang Bertumbuh Bersama di Dalam Kasih
Alkitab menyatakan bahwa setiap anggota di dalam gereja terhubung erat satu sama lain dan bertumbuh bersama ke arah kedewasaan penuh Kristus.
Rasul Paulus dalam Efesus 4:15-16 bersaksi bahwa dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh,—yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota—menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Satu-satunya Kepala gereja adalah Yesus Kristus. Kita saling terhubung di bawah Tuhan yang adalah Kepala, dan ketika setiap anggota melayani dengan sukacita sesuai karunia yang diberikan kepadanya, seluruh tubuh akan bertumbuh dengan sehat dan indah.
Hidup sebagai murid yang meneruskan Injil
Kesempurnaan Penginjilan Adalah Menegakkan Murid Lain yang Memberitakan Injil
Jika kita telah memberitakan Injil kepada seseorang sehingga ia bertobat, percaya kepada Yesus, dan dilahirkan kembali, langkah selanjutnya harus diteruskan: yaitu memelihara jiwa itu agar berakar dan bertumbuh dengan sehat di dalam gereja tubuh Kristus:
- memberitakan Injil seutuhnya,
- membina dengan firman,
- mempersatukannya ke dalam gereja tubuh Kristus secara mendalam,
- hingga akhirnya menegakkan orang itu juga sebagai pekerja tuaian yang memberitakan Injil kepada jiwa-jiwa yang lain.
Inilah gambaran pelayanan Injil yang utuh dan sempurna yang ditunjukkan oleh Alkitab.
Kita Telah Menjadi Satu Tubuh di Dalam Kristus
Perjamuan kudus yang kita rayakan bersama juga menunjukkan dengan jelas bahwa kita telah menjadi satu tubuh di dalam Kristus.
Rasul Paulus dalam 1 Korintus 10:16-17 menyatakan bahwa roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus; karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
Kita bukanlah individu-individu independen yang diselamatkan sendiri-sendiri lalu hidup sesuka hati. Kita adalah anggota-anggota kudus yang telah ditebus oleh darah Yesus Kristus dan diikat menjadi satu tubuh.
Dari ‘Orang yang Mempelajari Injil’ Menjadi ‘Orang yang Hidup oleh Injil’
Kursus ini membahas kebenaran-kebenaran yang sungguh berharga dan hakiki: keadaan eksistensial manusia, hakikat dosa, pertobatan dan kelahiran baru, kenyataan surga dan neraka, bukti nyata bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat, kasih penebusan salib, hidup dan pengharapan kebangkitan, iman yang sejati, hingga gereja yang adalah tubuh Kristus—itulah inti Injil yang kita telusuri.
Namun, menyusun seluruh kebenaran ini dengan rapi di dalam catatan bukanlah tujuan akhir kita. Kini Injil itu harus sungguh-sungguh hidup dan bergerak di dalam kehidupan Anda.
Kita Harus Mampu Melayani Satu Jiwa di Hadapan Kita dengan Injil
Pertanyaan praktis bagi orang yang mengukirkan Injil di dalam hatinya adalah:
Jika hari ini Allah mengirimkan satu jiwa yang terhilang ke hadapan Anda, dapatkah Anda menyampaikan Injil Yesus Kristus kepadanya langkah demi langkah?
- “Mengapa hidup ini begitu hampa dan penuh kegelisahan?”
- “Apakah yang sesungguhnya menanti setelah kematian?”
- “Mengapa saya harus percaya hanya kepada Yesus dan bukan kepada agama lain?”
- “Bagaimanakah saya dapat menerima pengampunan dosa dan beroleh keselamatan sejati?”
Ketika ia melontarkan pertanyaan-pertanyaan jiwa yang mendesak itu, dapatkah Anda menjawabnya dengan hangat dan jelas melalui Injil Alkitab? Inilah pekerja Injil yang siap sedia yang sedang dicari oleh Allah.
Iman dan doa orang yang memeluk Injil
Layanilah Satu Jiwa dengan Kasih Sampai Akhir
Pelayanan kita tidak berakhir hanya dengan menyampaikan firman Injil sekali saja.
Jangan menyerah; berdoalah dengan air mata. Menantilah dengan sabar. Rangkullah dengan kasih Allah yang tak berubah. Tolonglah dengan firman, tegakkanlah di atas iman, dan bimbinglah agar ia dipersatukan secara mendalam ke dalam gereja tubuh Kristus.
Dengan demikian, berjalanlah bersama hingga akhirnya jiwa itu berdiri teguh sebagai murid yang memberitakan Injil kepada orang lain! Memperoleh satu jiwa bukanlah sekadar menambah satu nama dalam daftar kehadiran gereja. Ini adalah pelayanan kudus untuk menegakkan seorang murid sejati yang memeluk kehidupan kekal Allah.
Diberitakan Kepada Anda yang Terkasih
Kepada Anda yang saat ini sedang membaca tulisan ini, saya menyampaikan satu pertanyaan yang paling khidmat dan hakiki:
“Apakah Anda sungguh-sungguh mempercayai Injil Yesus Kristus?”
Karena dosa, manusia telah meninggalkan Allah Sang Sumber kehidupan, dan kesudahan dari dosa itu adalah maut kekal yang tak terhindarkan. Namun, Allah tidak memalingkan wajah-Nya dari Anda. Dia telah mengutus Anak Tunggal-Nya, Yesus Kristus, untuk memikul segala dosa Anda dan mati mencucurkan darah di kayu salib, serta bangkit pada hari yang ketiga untuk membuka jalan hidup yang kekal.
Kini Allah memanggil Anda dengan kasih: Berbaliklah dari hidup di mana Anda menjadi tuan atas diri sendiri, dan sambutlah Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan di pusat hati Anda!
Percayalah Kepada Tuhan Yesus
Alkitab dalam Kisah Para Rasul 16:31 berjanji dengan pasti: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
Upacara keagamaan tidak dapat menyelamatkan Anda, dan perbuatan baik manusiawi tidak dapat membasuh dosa Anda. Hanya Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib dan bangkit kembalilah satu-satunya Juruselamat Anda. Jangan ragu-ragu; kembalilah ke dalam dekapan Tuhan yang penuh anugerah.
Jangan Menempuh Perjalanan Iman Seorang Diri dalam Kesepian
Jika Anda telah menerima Yesus Kristus dengan iman, kini masuklah ke dalam gereja yang adalah tubuh Kristus!
Bergandengan tanganlah dengan sesama anggota iman dan bertumbuhlah di dalam kasih. Terimalah pasokan firman kehidupan, terimalah topangan doa dari sesama anggota tubuh, serta saling memberi dan menerima kasih yang hangat. Dan layanilah anggota-anggota yang lemah melalui karunia berharga yang telah dipercayakan Allah kepada Anda.
Dengan demikian, biarlah akhirnya Anda pun menjadi saluran berkat yang dengan berani memberitakan Injil yang mulia ini kepada orang lain.
Kini Doa yang Kita Naikkan Sangatlah Jelas
Kita bertelut dengan rendah hati di hadapan Allah dan berdoa:
“Tuhan, bentuklah saya menjadi pekerja tuaian yang bekerja di ladang-Mu.
Mampukan saya mengenal Injil salib dan kebangkitan lebih jelas daripada siapa pun, dan curahkanlah ke dalam diri saya kerinduan hati Tuhan yang memandang jiwa yang terhilang.
Ketika satu jiwa yang dipersiapkan Allah berdiri di hadapan saya, jangan biarkan saya bungkam, melainkan mampukan saya memberitakan Injil Yesus Kristus dengan berani dan hangat.
Biarlah melalui Injil yang diberitakan melalui saya, jiwa-jiwa dihidupkan, dan biarlah jiwa itu berakar dalam-dalam di dalam gereja tubuh Kristus serta bertumbuh bersama.”
Jangan Biarkan Injil Berhenti pada Diri Saya
Kita telah menerima Injil hidup yang kekal melalui anugerah Allah yang cuma-cuma. Injil itulah yang telah menyelamatkan kita dan memberikan pengharapan kekal bagi kita.
Oleh karena itu, jangan biarkan Injil yang mulia ini berhenti hanya pada diri Anda seorang. Alirkanlah Injil ini kepada keluarga yang dikasihi, sahabat dan tetangga, rekan kerja yang Anda jumpai setiap hari, dan kepada satu jiwa yang dipertemukan Allah dalam hidup Anda. Dan tegakkanlah jiwa itu dengan kokoh di dalam persekutuan tubuh Kristus.
Inilah Jalan yang Akan Ditempuh oleh Orang yang Memeluk Injil
- Menyadari nilai kekal Injil secara mendalam,
- Dikuasai seutuhnya oleh firman Allah yang hidup,
- Berjaga-jaga dalam doa di dalam Roh Kudus,
- Melangkah maju dengan tenang menuju satu jiwa yang dicari oleh Tuhan,
- Memberitakan Injil salib dan kebangkitan yang murni,
- Melayani dengan kasih agar jiwa itu sampai kepada pertobatan dan iman,
- Mempersatukannya ke dalam gereja tubuh Kristus agar kehidupan baru bertumbuh dengan sehat,
- Hingga akhirnya menegakkan orang itu juga sebagai murid yang menyelamatkan jiwa yang lain.
Inilah kehidupan terberkati dari seorang pekerja tuaian yang dicari oleh Tuhan.
Injil yang ditelusuri dalam kursus ini berlanjut ke dalam kehidupan sehari-hari. Perjalanan kita untuk hidup oleh Injil terus berlangsung hari ini:
“Tuhan, pakailah saya sebagai pekerja Injil yang setia.
Jadikanlah saya orang yang tertawan sepenuhnya oleh firman, mampukan saya melangkah dengan kasih menuju satu jiwa yang terhilang, dan biarlah selama saya bernapas di bumi ini, saya menghasilkan buah kehidupan yang melimpah.”
Injil yang telah menyelamatkan saya mengalir ke dunia melalui diri saya sebagai salurannya, jiwa yang terhilang kembali ke dalam dekapan Tuhan, jiwa itu ditegakkan dengan indah di dalam tubuh Kristus, dan melalui gereja itu Injil kembali menjangkau seluruh dunia.
Itulah alasan mengapa hari ini Allah mempercayakan Injil kepada kita, dan itulah jalan yang paling mulia yang harus kita tempuh dengan sukacita seumur hidup kita sebagai orang yang berutang kepada Injil.